Taman Nasional Baluran

Indonesia mempunyai padang rerumputan yang luas dan terluas di Pulau Jawa yaitu Taman Nasoinal Baluran, Jawa Timur. Sebutan yang dikenal Africa Van Java ini sebagai kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli hutan kering di Pulau Jawa. Terdiri dari tumbuhan rerumputan, hutan bakau, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa,dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun.
Bekol salah satu Taman Nasional Baluran yang disebut Afrika-nya Indonesia. Saat musim kering yang sangat tepat untuk datang ke sini karena pepohonan dan rerumputan akan kering menguning. Untuk menikmati pemandangan Bekol, bisa naik ke gardu pandang setinggi 64 meter dan dapat menyaksikan indahnya padang rumput Bekol, Pantai Bama dan Gunung Baluran juga bisa terlihat dari kejauhan.
Di Taman Nasional Baluran terdapat Hutan Bakau yang lebat di sekitaran Pantai Bama. Tipe hutan ini terletak di pantai Utara dan Timur kawasan Taman Nasional Baluran, seperti di Bilik, Lambuyan, Mesigit, Tanjung Sedano dan di Kelor. Mangrove pendek yang tumbuh di atas lumpur terdapat di daerah Kelor dan Bilik yang dikuasai oleh Kayu Api (Avicenia sp), Bogen (Sonneratia spp), Bakau-bakauan (Rhizopra spp), Cantigi (Ceriops tagal) serta Rhizopora Apiculata. Rawa asin yang hampir tandus berasal dari hutan mangrove yang ditebang habis, terdapat di Utara Pandean, Mesigit, Sebelah Barat Bilik dan beberapa tempat lainnya.
Sebuah pantai pasir putih dan air jernih yang berada di balik eksotika Taman Nasional Baluran adalah Pantai Bama. Ekosistem sekitar yang masih terjaga, sehingga mendukung kehidupan karang yang terdapat di sekitar Pantai Bama. Pantai yang masih sepi dengan kebersihan dan juga dengan ombak yang tenang serta air laut yang jernih juga bersih. Pantai Bama merupakan pantai yang masih “perawan” bagi pecinta bawah laut.
Ada sekitar 155 jenis burung yang ada di Taman Nasional Baluran dan salah satu jenis yang paling langka adalah Burung Rangkong (Buceros Rhinoceros) burung yang memiliki paruh besar dan terlihat unik. Menuju lokasi ini sangat dekat dari Pantai Bama dengan berjalan kaki ada jalan setapak yang dimana lokasi ini memang banyak burung yang hinggap. Ketika melewati jalan setapak ini, kita akan menyaksikan suara-sura kicauan burung di atas pepohonan dan gema akan suara dari kejauhan sekitar hutan.
Pantai Bilik Sejile merupakan sangat tenang dan bersih dari polusi. Pantai ini akan tampak khas pada saat air laut surut dan terlihat daratan berpasir putih yang berbentuk menyerupai lidah, sehingga dinamakan Sejile dalam bahasa Madura yang berarti lidah. Terumbu karang yang masih utuh serta aneka ikan hias menjadikan pemandangan bawah laut pantai ini telah terkenal di kalangan turis mancanegara.







