Agrowisata – View of Indonesia https://viewofindonesia.com Provide Tour and Travel Sat, 15 Dec 2018 15:23:53 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.8.3 https://i0.wp.com/viewofindonesia.com/wp-content/uploads/2018/07/Logo-VOI.png?fit=32%2C32&ssl=1 Agrowisata – View of Indonesia https://viewofindonesia.com 32 32 182509065 Kawah Ijen https://viewofindonesia.com/portfolio/kawah-ijen/ https://viewofindonesia.com/portfolio/kawah-ijen/#respond Fri, 07 Sep 2018 06:28:35 +0000 http://localhost/voi/indonesia/ijen-crater/ Continue reading Kawah Ijen]]>

Kawah Ijen menjadi salah satu pesona keindahan alam Indonesia yang luar biasa dan telah memukau banyak wisatawan dari berbagai negara untuk berkunjung ke sini. Sebuah danau kawah yang bersifat asam berada di puncak Gunung Ijen dengan ketinggian 2.443 meter di atas permukaan laut. Kawah Ijen dikenal dunia pertama kali sejak kedatangan dua turis asal Perancis, Nicolas Hulot dan istrinya Katia Kraft pada tahun 1971. Kisah yang dituliskan mereka mengenai pesona Kawah Ijen bagaimana kehidupan para penambang belerang disebuah majalah Geo, Perancis. Wisata ini memiliki pesona alam yang sangat indah saat pagi hari dengan pemandangan sunrise, sinar matahari pagi yang menyinari kawah akan dipantulkan sehingga membentuk warna kemilau hijau dan terkadang berubah menjadi warna biru.

Pagi dini hari, para penambang belerang mendaki ke puncak Gunung Ijen dengan menggunakan senter di kepala, jaket dan sarung tangan. Perjalanan ke puncak Gunung Ijen memakan waktu sekitar dua jam. Setelah sampai di puncak para penambang harus menuruni tebing yang terjal untuk menuju kawah. Di sekitar kawah Gunung Ijen, para penambang mengambil belerang yang sudah di pecahkan menjadi bongkahan belerang, kemudian merka harus kembali menaiki jalur berbatu ke puncak sambil memanggul keranjang bambu yang penuh belerang dengan berat sekitar kurang lebih 50 kg.

Fenomenal Kawah Ijen berasal dari cairan belerang yang mengalir ke bawah kawah dan menimbulkan api berwarna biru (Blue Fire). Kawah Ijen adalah satu‐satunya kawah di Indonesia yang memiliki fenomena alam “blue fire”. Fenomena ini hanya ada dua di Dunia yang pertama di Islandia dan yang kedua di Indonesia. Menuju Blue Fire harus mendaki Gunung Ijen yang dimulai sekitar jam 2:00 pagi dari pintu masuk Paltuding.

Pemandangan Kawah Ijen sangat menakjubkan ketika sinari matahari pagi dengan memancarkan kemilau cahaya yang sangat indah dan juga menerpa dari balik Gunung Merapi. Di Puncak Ijen ini pertama kali kita bisa melihat matahari terbit dari pulau Jawa karena berlokasi di Jawa Timur.

Di dataran tinggi Ijen terdapat dua perkebunan yang dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara XII (Persero), yaitu kebun Kalisat Jampit dan Kebun Blawan. Kedua kebun tersebut merupakan kebun dengan budidaya kopi arabika. Kopi arabika dataran tinggi Ijen dikenal di mancanegara dengan Java Coffee. Kopi ini sangat nikmat dengan rasa pahit dan masam, berbeda dengan kopi robusta yang hanya terasa pahit saja.

Warga sekitar menyebut air terjun ini adalah Air Terjun Niagara Mini. Air terjun yang memiliki bentuk yang lebar, berundak-undak dan mempunyai ketinggian hanya sekitar 6 meter sangat jernih dan sejuk yang mengalir dari sebuah sungai kecil dari sebuah taman. Tempat sangat indah yang bisa memberikan suasana menghibur kejenuhan akan aktivitas kita sehari-hari.

Air terjun kali pahit terletak di kaki gunung ijen. Air terjun yang aliran airnya hampir tegak lurur berbentuknya landai. Airnya sendiri berwarna kehijauan dan dipenuhi busa. Air yang mengalir tersebut memiliki kandungan belerang yang sangat tinggi karena aliran air ini berasal dari Kawah Ijen.

Air Terjun Blawan berasal dari Sungai Kali Pahit dan juga berasal dari air Kawah Ijen. Air terjun ini jatuh turun ke bumi atau tidak mengalir di permukaan, tetapi masuk ke suatu terowongan atau sungai yang berada di bawah tanah dan kemudian muncul di Asembagus, Kabupaten Situbondo ke Laut Jawa.

Air Terjun Blawan memiliki ketinggian kurang lebih 30 meter dan berwarna kekuningan. Warna kuning tersebut mengandung belerang yang mengalir dari mata air belerang gunung Ijen. Air terjun itu mengebulkan uap di antara bukit‐bukit hijau dengan tebing tajam dan goa berstalagmit.

]]>
https://viewofindonesia.com/portfolio/kawah-ijen/feed/ 0 1241
Majalengka https://viewofindonesia.com/portfolio/majalengka/ https://viewofindonesia.com/portfolio/majalengka/#respond Thu, 06 Sep 2018 07:27:05 +0000 http://localhost/voi/indonesia/majalengka/ Continue reading Majalengka]]>

Kabupaten Majalengka merupakan sebuah kota di Jawa Barat yang memiliki alam pegunungan yang indah. Wisata di Majalengka memiliki keunikan tersendiri dan berdekatan dengan Gunung Ciremai yang merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat.

Terasering Panyaweuyan Argapura, yang ada di Kabupaten Majalengka saat ini disebut destinasi agrowisata. Keindahan terasering di Panyaweuyan tidak kalah dengan terasering Jatiluwih atau Tegalalang yang ada di Bali. Terasering ini menjadi daya tarik pengunjung karena ladang yang berundak-undak di sekitar kaki Gunung Ciremai. Ladang tanaman ini ditanami oleh petani yaitu: bawang merah, bawang putih, daun bawang dan kol. Bagi pecinta fotografi mengabadikan pemandangan ini sangat tepat di pagi hari sebelum matahari terlihat di balik Gunung Ciremai dan terasering diselimuti kabut.

Puncak Sawiyah merupakan sebuah perkebunan yang terletak di Desa Sangiang Kecamatan Banjaran Kabupaten Majalengka yang berdekatan dengan hutan lindung di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Ketinggian Puncak Sawiyah kurang lebih 1300 diatas permukaan laut dengan udara yang dingin, tanah yang subur dan melihat aktivitas para petani bercocok tanam.

Puncak Sawiyah memiliki pesona alam, beberapa kawasan pegunungan terlihat dengan jelas disaat cuaca cerah dari puncak ini seperti Gunung Galunggung dan Gunung Papandayan. Tidak jauh dari lokasi pemandangan di Puncak Sawiyah terdapat sebuah air terjun yang dikenal dengan nama Curug Sawiyah atau Curug Genclang yang dapat ditempuh sekitar 40 menit dengan berjalan kaki.

Nama lain Curug Muara Jaya atau disingkat Curug Maja adalah Curug Apuy yang terletak di aliran Sungai Muara. Keberadaan air terjun ini masih sangat alami dilengkapi dengan lembah dan bukit yang ditumbuhi pepohonan. Air terjun yang bertingkat 2 ini masih di kaki Gunung Ciremai dengan ketinggian keseluruhan air terjun mencapai sekitar 73 meter. Air terjun tingkat pertama yang dinamakan Curug 1 merupakan air terjun utama yang jatuh dari ketinggian sekitar 60 meter dan air terjun tingkat kedua yang dinamakan Curug 2 merupakan air terjun pendek yang hanya setinggi sekitar 13 meter.

]]>
https://viewofindonesia.com/portfolio/majalengka/feed/ 0 1219